yaa, yaa, aku kadang emang suka telat dateng cuma gara-gara telat bangun, tapi aku ga menyukai orang-orang yang telat dateng bukan karena ada urusan tapi karena emang sengaja ditelat-telatin. maksudnya gini, aku ga suka sama orang yang telat cuma karena mereka menganggap ‘ahh, indonesia kan jam karet, kalo disuruh ngumpul jam 7, paling-paling baru mulai jam setengah 8’.
bueehhh, ga suka banget sama orang-orang yang kayak gini. memakai ‘indonesia jam karet’ sebagai alasan untuk telat. atau seperti kasus lain, tapi tentang buang sampah. waktu itu pernah ada temen yang buang sampah sembarang dan aku langsung menegur dia. lalu apa jawaban dia? ‘ahh di indonesia ini.’ ahh apa-apaan daah, beneran ga suka sama orang yang kayak gini. akhirnya aku marahin temen aku ini, ‘gimana Indonesia bisa maju kalo orang-orangnya mikirnya kayak kamu semua’.
yaa balik lagi ke masalah jam karet. komentarku sama seperti yang buang sampah sembarangan, yaa kalo mereka mikir indonesia jam karet, yaa jangan ikutan jam karet, biar indonesia berubah. tapi emang susah banget menyadarkan orang-orang seperti ini. hueeeehhh.
permasalahan jam karet ini pun menjadi salah satu alasan aku rada males mengikuti kegiatan-kegiatan yang ada di kampus ataupun di luar kampus. suatu hari, aku lupa dalam kegiatan apa, aku pernah telat bangun dan telat dateng. aku buru-buru, sampe ga sarapan karena takut aku nyusahin kalau aku telat, tapi pada kenyataannya pas nyampe, ternyata kegiatannya ngaret cukup lama. sumpahnya itu sangat menyebalkan.
tapi, aku tidak merasa males kalau berkegiatan di unitku tercinta, MBWG. kenapa? yaa karena kemungkinan ngaret di unit ini cukup kecil. aku ceritakan perbedaannya aja ya.
aku pernah mau ngumpul suatu kepanitiaan di luar MBWG. karena aku merasa aku akan telat 5 menit, aku langsung sms sang kadiv kalau aku telat 5 menit. pas nyampe, kumpulnya masih belum mulai dan sang kadiv berkata, ‘yaelah cuma telat 5 menit pake izin segala.’
sekarang aku bandingkan dengan MBWG. kemaren, aku mau jalan-jalan sama anak MBWG dan disuruh kumpul jam setengah 10. lagi-lagi aku telat bangun dan sedang mengusahakan diri untuk tetep bisa ngumpul dulu. jam setengah 10 lewat 5 menit, anak-anak MBWG langsung menghubungiku karena aku belum dateng dan mereka udah mau berangkat. pada akhirnya aku bilang kalau aku langsung ke tempatnya.
lihatlah betapa berbedanya 2 kehidupan yang aku jalani itu. sama-sama berhubungan dengan 5 menit, tapi yang pertama menganggap telat 5 menit itu ga penting dan yang kedua menganggap 5 menit itu sangat berharga untuk menunggu, bahkan aku telat 5 menit aja langsung dihubungi. makanya, jangan heran kenapa aku selalu di unit :P
semoga aja, semua orang bisa sadar akan pentingnya waktu. yaa walaupun aku yakin, pasti susah banget mengubah kebiasaan orang yang telat waktu :P